Kota Mungkid, 27 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat budaya inovasi sebagai kunci peningkatan daya saing daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 yang digelar di Kota Mungkid, Senin (27/4).
Sambutan Kepala Bapperida Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, pada kesempatan tersebut dibacakan oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Puji Lestari, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Bapperida.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di tengah keterbatasan sumber daya. Melalui inovasi, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, efektivitas kinerja, serta kesejahteraan masyarakat.
“Dalam dinamika perkembangan zaman, inovasi menjadi kunci agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih produktif, efektif, dan tepat sasaran,” demikian disampaikan dalam sambutan Kepala Bapperida.
Kabupaten Magelang memiliki visi pembangunan tahun 2025–2029, yakni Magelang Anyar Gress, Aman Nyaman Religius, Unggul, dan Sejahtera, dengan tiga sektor unggulan utama yaitu pertanian, pariwisata, dan UMKM. Dari kajian yang telah dilakukan, terdapat tujuh produk unggulan daerah, di antaranya kopi, padi organik, herbal farmaka, kelapa upat-upat, hortikultura, ternak ruminansia, serta ikan beong.
Sejumlah inovasi di sektor pertanian telah menunjukkan perkembangan positif, seperti Arabika Magelang Excellence, Magelang Go Organic, Rempon Ndoro, dan Sekolah Tani Milenial. Sementara itu, inovasi di sektor pariwisata dan UMKM dinilai masih perlu terus dikembangkan guna mengoptimalkan potensi daerah.
Selain pengembangan sektor unggulan, inovasi juga diarahkan untuk menjawab berbagai permasalahan daerah, seperti kemiskinan, stunting, akses pendidikan, tata kelola pertanian, serta investasi. Beberapa inovasi yang telah diimplementasikan antara lain Verval Data Kemiskinan (VDK), Gotong Sak Cething, Silang Stunting, hingga Mall Pelayanan Publik dan Anjungan Investasi Magelang.
Upaya membangun ekosistem inovasi juga diperkuat melalui regulasi, di antaranya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah, yang mengamanatkan setiap perangkat daerah untuk menciptakan minimal satu inovasi setiap tahun.
Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pada tahun 2024, Kabupaten Magelang meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif dengan skor Indeks Inovasi Daerah (IID) sebesar 63,95. Capaian tersebut meningkat pada tahun 2025 menjadi Kabupaten Terinovatif dengan skor 86,15 dan menempati peringkat ke-19 dari 415 kabupaten se-Indonesia.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah. Pada tahun 2025, terdapat 171 inovasi dari 65 OPD yang diikutsertakan dalam penilaian Innovative Government Award.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada OPD dan unit kerja dengan inovasi terbaik, di antaranya BPBD, RSUD Muntilan, Bagian Hukum, serta sejumlah kecamatan dan puskesmas.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Magelang telah menyiapkan sejumlah agenda penguatan inovasi, di antaranya penilaian Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah, desk kematangan inovasi OPD, Abdi Praja Award, serta lomba inovasi ASN.
Melalui Bimtek ini, diharapkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengembangkan inovasi daerah semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat ekosistem inovasi yang berkelanjutan.