KOTA MUNGKID – Bupati Magelang mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk membangun cara kerja baru yang lebih kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi pada pemecahan masalah. Pesan tersebut disampaikan Bupati Magelang saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Senin (28/9/2026).
Apel pagi tersebut menjadi momentum penting setelah dilaksanakannya rotasi, mutasi, dan promosi jabatan pada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang pada Rabu (24/9/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya setiap ASN meleburkan ego sektoral, baik antarperangkat daerah maupun antarbidang. Menurutnya, kompleksitas persoalan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dan keterhubungan antarpihak.
“Setelah rotasi, mutasi, dan promosi ini, mari kita bangun semangat baru. Jangan ada lagi ego sektoral. Kita harus bisa bekerja bersama, baik antar-OPD maupun antarbidang,” pesan Bupati.
Selain kolaborasi, Bupati juga mendorong ASN untuk mulai meninggalkan pola kerja yang hanya berorientasi pada rutinitas atau sekadar melanjutkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya.
ASN didorong untuk bekerja berdasarkan data, mampu mengidentifikasi permasalahan, membaca potensi yang dimiliki daerah, kemudian menemukan solusi melalui program dan kegiatan yang inovatif.
“Jangan hanya bekerja seperti biasanya. Mulai hari ini identifikasi masalahnya, identifikasi potensinya dan temukan alternatif solusinya. Dari situlah kita bisa melahirkan program dan kegiatan yang lebih inovatif,” tegasnya.
Salah satu gagasan menarik yang disampaikan Bupati adalah perlunya membangun kebiasaan berdiskusi secara rutin di lingkungan kerja. Ia mendorong agar setiap Senin pagi, setelah apel, dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berdiskusi dan membicarakan rencana kerja selama satu pekan ke depan.
Ruang diskusi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi forum administratif, tetapi menjadi kesempatan bagi ASN untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan memikirkan apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan serta mendorong kemajuan Kabupaten Magelang.
Bupati juga menyampaikan pentingnya evaluasi secara rutin setiap Minggu sore. Dengan demikian, proses kerja tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dilanjutkan dengan refleksi terhadap capaian, kendala, serta hal-hal yang perlu diperbaiki pada pekan berikutnya.
Gagasan tersebut kemudian mengarah pada konsep “Think Time”, sebuah ruang untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, dan secara bersama-sama memikirkan Kabupaten Magelang.
Think Time berpotensi menjadi bagian dari penguatan budaya kerja ASN yang menempatkan berpikir, berdiskusi, berkolaborasi, dan mencari solusi sebagai bagian dari proses kerja sehari-hari.
Gagasan Think Time sejalan dengan semangat penguatan inovasi daerah, di mana inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Inovasi dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana untuk bertanya: apa masalah yang sedang kita hadapi, mengapa masalah itu terjadi, dan apa yang dapat kita lakukan secara berbeda untuk menyelesaikannya?
Dengan pola tersebut, proses kerja ASN diharapkan bergerak dari sekadar melaksanakan kegiatan menjadi menyelesaikan persoalan.
Data menjadi dasar untuk memahami persoalan. Kolaborasi menjadi kekuatan untuk mencari solusi. Inovasi menjadi cara untuk menghadirkan perubahan. Sementara evaluasi menjadi mekanisme untuk memastikan setiap langkah memberikan dampak yang lebih baik.
Konsep tersebut juga membuka ruang bagi terbentuknya ekosistem kerja yang lebih terbuka, di mana ide dan gagasan tidak berhenti pada satu bidang atau satu perangkat daerah, tetapi dapat berkembang melalui kolaborasi lintas sektor.
Pesan Bupati tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun semangat baru pasca rotasi, mutasi, dan promosi jabatan. Perubahan struktur dan personel diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan posisi, tetapi juga menjadi energi baru untuk memperbaiki cara kerja organisasi.
Dengan semangat “Think Time”, setiap ASN diharapkan memiliki ruang untuk tidak hanya bertanya “apa yang harus saya kerjakan?”, tetapi juga “apa yang bisa saya pikirkan dan lakukan untuk membuat Kabupaten Magelang menjadi lebih baik?”
Pada akhirnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan ASN yang mampu bekerja, tetapi juga ASN yang mau berpikir, belajar, berkolaborasi, berinovasi, dan berani melakukan perubahan.
Karena membangun Kabupaten Magelang bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan hari ini, tetapi tentang memikirkan Magelang yang lebih baik untuk hari esok.