Kota Mungkid – Pemerintah Kabupaten Magelang menerima sebanyak 237 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di 20 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Magelang. Penerimaan mahasiswa KKN-PPM UGM dilaksanakan di Pendopo drh. Soepardi Setda Kabupaten Magelang, Senin (22/6/2026).
Dalam arahannya, Bupati Magelang menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kabupaten Magelang sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM. Menurutnya, kegiatan KKN merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Bupati Magelang menegaskan bahwa Kabupaten Magelang tidak hanya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, tetapi juga terus didorong menjadi living laboratory bagi mahasiswa dan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.
"Kabupaten Magelang bukan sekedar lokasi KKN, melainkan laboratorium pengabdian dan inovasi masyarakat, tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan kearifan lokal untuk menghadirkan solusi bagi kesejahteraan masyarakat," ungkap Bupati Magelang.
Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Magelang memiliki berbagai potensi unggulan di bidang pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan budaya. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu mendapat perhatian bersama, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penurunan stunting, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Kabupaten Magelang kami dorong menjadi living laboratory, tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan potensi lokal, kearifan masyarakat, dan berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan solusi inovatif. Karena itu, hasil KKN tidak boleh berhenti menjadi laporan semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebanyak 237 mahasiswa KKN-PPM UGM Tahun 2026 akan diterjunkan di 20 desa yang tersebar di Kecamatan Salaman, Srumbung, Sawangan, Kajoran, Kaliangkrik, Candimulyo, Pakis, Ngablak, dan Windusari. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung berbagai isu strategis daerah, antara lain pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penurunan stunting, pengembangan desa wisata, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Bupati, semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, kemandirian pangan, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan berbasis potensi desa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pengabdian dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Magelang telah mengembangkan aplikasi
"Kabupaten Magelang kami dorong menjadi living laboratory, tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan potensi lokal, kearifan masyarakat, dan berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan solusi inovatif. Karena itu, hasil KKN tidak boleh berhenti menjadi laporan semata, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Sebanyak 237 mahasiswa KKN-PPM UGM Tahun 2026 akan diterjunkan di 20 desa yang tersebar di Kecamatan Salaman, Srumbung, Sawangan, Kajoran, Kaliangkrik, Candimulyo, Pakis, Ngablak, dan Windusari. Mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung berbagai isu strategis daerah, antara lain pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, penurunan stunting, pengembangan desa wisata, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Menurut Bupati, semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, kemandirian pangan, ekonomi kerakyatan, serta pembangunan berbasis potensi desa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem pengabdian dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Magelang telah mengembangkan aplikasi (E-PIKIR) sebagai sarana pelayanan perizinan kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Selain itu, Kabupaten Magelang juga memiliki Bank Inovasi Daerah yang menjadi wadah dokumentasi, pengembangan, dan diseminasi berbagai hasil karya dan praktik baik dari masyarakat maupun perguruan tinggi.
"Kami berharap berbagai inovasi dan solusi yang dihasilkan mahasiswa selama KKN dapat terdokumentasikan dengan baik, direplikasi, dan bahkan dikembangkan menjadi inovasi daerah melalui Bank Inovasi Kabupaten Magelang," tambahnya.
Usai acara penerimaan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi dan koordinasi bersama para Dosen Pembimbing Lapangan, perwakilan mahasiswa, dan para camat lokasi KKN untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program di lapangan. Bupati Magelang menyambut hangat adik-adik mahasiswa
Melalui kegiatan KKN-PPM Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Magelang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.