Kota Mungkid – Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Salah satunya melalui kegiatan “Satu Ide untuk Kabupaten Magelang” yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Magelang dalam rangkaian Pameran Semarak Gemilang Tahun 2026, 21–23 Agustus 2026 di Pendopo Lapangan drh. Soepardi Kabupaten Magelang.
Mengusung semangat “Dari Gagasn menjadi Dampak”, kegiatan tersebut menghadirkan Pohon Ide Kabupaten Magelang sebagai ruang interaktif bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, harapan, usulan, kritik maupun apresiasi terhadap pembangunan daerah.
Selama pelaksanaan kegiatan, Bapperida menghimpun 105 gagasan masyarakat, yang terdiri atas 95 gagasan hasil rekap manual selama pameran dan 10 gagasan yang disampaikan melalui Google Form.
Yang menarik, partisipasi masyarakat tidak berhenti pada menempelkan kertas berisi ide di Pohon Ide. Pengunjung juga berkesempatan berdialog langsung dengan tim Bapperida mengenai berbagai persoalan dan harapan terhadap Kabupaten Magelang.
Momen tersebut semakin bermakna ketika Bupati Magelang menyempatkan diri membaca gagasan-gagasan yang telah disampaikan masyarakat melalui Pohon Ide. Setelah membaca sejumlah ide tersebut, Bupati berdiskusi langsung dengan tim Bapperida mengenai berbagai gagasan yang muncul serta kemungkinan tindak lanjutnya.
Kehadiran Bupati di tengah ruang interaksi tersebut menunjukkan bahwa suara masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pameran, tetapi juga dapat menjadi bahan perhatian dalam membaca kebutuhan pembangunan Kabupaten Magelang.
Hasil rekapitulasi Bapperida menunjukkan bahwa gagasan masyarakat cukup beragam. Tema Ekonomi, UMKM dan Kesempatan Kerja menjadi tema yang paling banyak disampaikan, yaitu 24 gagasan atau 22,86 persen. Selanjutnya terdapat tema SDM, Pendidikan, Kesehatan dan Generasi Muda sebanyak 18 gagasan, serta Infrastruktur, Konektivitas dan Layanan Dasar sebanyak 15 gagasan.
Tema lainnya meliputi apresiasi dan aspirasi umum, lingkungan dan ketahanan pangan, tata kelola dan pelayanan publik, riset dan inovasi serta transformasi digital, hingga pariwisata dan budaya.
Menariknya, masyarakat juga menyampaikan gagasan yang berkaitan langsung dengan penguatan riset dan inovasi sebagai bagian dari cara kerja pembangunan. Di antaranya gagasan tentang planning by research, keberlanjutan inovasi, penguatan laboratorium, digitalisasi, integrasi data, serta menjadikan riset dan inovasi sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan.
Salah satu gagasan bahkan secara tegas menyampaikan, “Planning by research”, sementara gagasan lainnya mendorong agar riset dan inovasi menjadi panglima dalam pengambilan kebijakan.
Kepala Bapperida Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, menyampaikan bahwa kegiatan “Satu Ide untuk Kabupaten Magelang” dirancang bukan semata-mata sebagai aktivitas pameran, melainkan sebagai ruang untuk mendengarkan masyarakat secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, Bapperida ingin menangkap perspektif masyarakat mengenai kondisi dan masa depan Kabupaten Magelang sebagai salah satu sumber informasi untuk memperkaya proses perencanaan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kebijakan daerah.
“Gagasan masyarakat memberikan perspektif tambahan yang penting bagi pemerintah. Tentu setiap gagasan perlu melalui proses verifikasi dan telaah lebih lanjut sebelum ditindaklanjuti,” demikian semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut.
Setelah kegiatan berakhir, Bapperida telah menyusun Matriks Tindak Lanjut 105 Gagasan Masyarakat, yang memetakan gagasan berdasarkan tema atau isu, jenis masukan, perangkat daerah terkait, opsi tindak lanjut, serta prioritas awal.
Selanjutnya, gagasan-gagasan tersebut akan menjadi bahan untuk dilakukan validasi dan verifikasi, desk dengan perangkat daerah terkait, identifikasi quick wins, pemilihan isu strategis untuk kajian atau policy brief, serta pemetaan kebutuhan kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Kegiatan “Satu Ide untuk Kabupaten Magelang” memberikan pesan sederhana namun penting: pembangunan tidak hanya tentang apa yang pemerintah rencanakan, tetapi juga tentang apa yang masyarakat rasakan, pikirkan, dan harapkan.
Antusiasme masyarakat dalam menuliskan ide menunjukkan bahwa ruang partisipasi yang sederhana dapat membuka percakapan yang lebih luas mengenai masa depan Kabupaten Magelang.
Ke depan, Bapperida mengusulkan agar metode “Satu Ide untuk Kabupaten Magelang” dapat dikembangkan menjadi model penjaringan gagasan masyarakat yang diterapkan pada berbagai forum dan kegiatan pembangunan lainnya.
Dari sebuah kertas kecil yang ditempelkan di Pohon Ide, lahir 105 suara tentang Magelang yang diharapkan.
Karena satu ide mungkin terlihat kecil. Tetapi ketika didengar, diolah, dan dihubungkan dengan proses pembangunan, satu ide dapat menjadi awal dari perubahan.