KOTA MUNGKID – Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang semakin berbasis pengetahuan, data, dan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Riset Unggulan Daerah (RUD) dan Gemilang Innovation Award (GIA) Kabupaten Magelang Tahun 2026.
Sosialisasi kedua agenda tersebut dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di CCR Pusaka Gemilang Kota Mungkid secara hybrid. Kegiatan menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah daerah, peneliti, perguruan tinggi, akademisi, guru, mahasiswa, siswa, serta masyarakat dalam menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Magelang.
Kepala Bapperida Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, A.P., M.Si., dalam paparannya menegaskan bahwa Kabupaten Magelang memiliki beragam potensi unggulan, antara lain pertanian, pariwisata, dan UMKM yang tersebar di seluruh wilayah. Potensi tersebut perlu dikembangkan dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif daerah melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi.
“Pembangunan membutuhkan strategi yang efektif, efisien, dan inovatif melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, kolaborasi multipihak menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi daerah,” demikian substansi yang disampaikan dalam materi sosialisasi Bapperida.
Salah satu pendekatan yang terus didorong Bapperida adalah Planning by Research, yakni menempatkan riset sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan. Melalui riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, pemerintah diharapkan memperoleh rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Dalam konteks tersebut, Riset Unggulan Daerah (RUD) menjadi salah satu instrumen untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset. RUD memberikan ruang kepada peneliti, baik individu maupun kelompok, dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk melakukan penelitian yang relevan dengan kebutuhan Kabupaten Magelang.
Pada tahun 2026, RUD mengangkat dua tema, yaitu Evaluasi Gerakan “Blonjo Warung Tonggo (BWT)” untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat serta Analisis Persepsi, Kebutuhan, dan Preferensi Masyarakat terhadap Pembangunan Daerah di Kabupaten Magelang.
Kedua tema tersebut ditentukan berdasarkan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi “Magelang Anyar Gress”, misi “Panca Dharma”, program unggulan “Sapta Cipta”, serta isu dan permasalahan aktual di Kabupaten Magelang.
Melalui RUD, pemerintah daerah tidak hanya membuka ruang bagi peneliti untuk melakukan penelitian, tetapi juga membangun jaringan kerja sama antara peneliti dan pemerintah daerah sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya peneliti.
Sementara itu, Gemilang Innovation Award (GIA) menjadi ruang apresiasi sekaligus penjaringan inovasi yang lahir dari kalangan akademisi dan dunia pendidikan.
GIA diselenggarakan untuk menciptakan ekosistem inovasi di Kabupaten Magelang serta menjaring inovasi yang dilaksanakan oleh dosen/akademisi perguruan tinggi, mahasiswa, guru, dan siswa sekolah yang diterapkan di Kabupaten Magelang.
Inovasi yang diusulkan dapat berupa inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, maupun inovasi lainnya dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.
GIA juga membuka ruang bagi inovasi yang lahir dari berbagai aktivitas akademik dan pendidikan, termasuk penelitian, pengabdian, KKN, PPK Ormawa, maupun kegiatan inovatif lainnya. Dengan demikian, ide dan pengetahuan yang lahir di lingkungan pendidikan dapat didorong untuk hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Untuk GIA Tahun 2026, pemerintah daerah menyiapkan piagam penghargaan Bupati Magelang serta total hadiah Rp45 juta, termasuk pajak, bagi enam inovasi dari dua kelompok kategori, yakni kategori dosen/akademisi perguruan tinggi dan guru serta kategori mahasiswa dan siswa sekolah.
Penguatan riset dan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi melalui kolaborasi multipihak atau pendekatan pentahelix.
Bapperida mencatat bahwa upaya penguatan inovasi telah menunjukkan perkembangan positif. Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Magelang meningkat dari 41,81 pada 2021 menjadi 86,15 pada 2025. Kabupaten Magelang yang pada 2021–2023 berada pada kategori Inovatif, meningkat menjadi kategori Sangat Inovatif pada 2024 dan Terinovatif pada 2025.
Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang dalam materi Bapperida tercatat meningkat dari 2,97 pada 2022 menjadi 3,69 pada 2025. IDSD digunakan untuk mengukur kemampuan wilayah dalam mengoptimalkan potensi melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi.
Bagi Bapperida, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem riset dan inovasi di Kabupaten Magelang. Berbagai instrumen terus dikembangkan, mulai dari Riset Unggulan Daerah, Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA), Gemilang Innovation Award, hingga penghargaan inovasi bagi perangkat daerah dan ASN.
Dengan ekosistem tersebut, riset diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, sementara inovasi tidak berhenti sebagai ide. Keduanya perlu dipertemukan dengan kebutuhan pembangunan sehingga dapat menghasilkan rekomendasi, solusi, kebijakan, dan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten Magelang terus bergerak menuju pembangunan yang semakin berbasis riset, kreatif, inovatif, dan berdampak.